Aturan Penggunaan Preposition

Preposition adalah komponen part of speech yang sangat penting untuk dipelajari. Bukan hanya karena jumlahnya yang sangat banyak, penggunaan preposition dalam kalimat juga tidak boleh sembarangan. Ada aturan tertentu yang harus kamu patuhi sebelum menggunakan preposition di dalam kalimat. Selengkapnya mengenai aturan penggunaan preposition beserta contoh bisa kamu simak di bawah ini.

PREPOSITIONS LIST
AboutAcrossAhead ofAmong
AboveAfterAlongAmongst
According toagainstamidstApart from
AroundAside fromWithoutBehind
AsAs well asBecause ofBelow
As far asatbeforeBeneath
besideBesidesbetweenBeyond
BydespitedownDue to
duringinwithinNext
in case ofIn front ofIn spite ofInside
Instead ofintoontoExcept
excludingforfollowingFrom
LikenearOutsideOver
thanthroughOut ofOwing to
Next topastPerPrior to
sinceoffonOn top of
throughoutuntiltoTowards
underunderneathunlikeUpon
versusviawithWithin
withoutUp againstUp untilRegarding
Regardless ofthroughoutThanks toTogether with

Aturan Penggunaan Preposition

Dalam bahasa Inggris, ada ratusan preposition, baik yang bentuknya one-word (satu kata) atau pun complex (lebih dari satu kata). Akan tetapi hanya ada 150 preposition saja yang paling umum digunakan, beberapa contohnya bisa kamu lihat di atas.

Supaya bisa menggunakan preposition dengan benar, kamu perlu memahami aturan-aturan grammatical dari preposition. Selengkapnya tentang aturan-aturan tersebut bisa kamu simak sebagai berikut.

Preposition Harus Memiliki Object

Peraturan pertama preposition adalah harus memiliki object. Jika tidak memiliki object, kemungkinan yang kamu lihat bukanlah preposition, tapi adverb.

Faktanya, banyak anggota preposition yang juga termasuk sebagai anggota adverb. Jika tidak jeli, seorang pembelajar bahasa Inggris akan bingung menentukan apakah kata yang ia lihat preposition atau adverb. Akan tetapi ini bisa diatasi dengan memperhatikan ada tidaknya object.

Contoh:

  • Please keep fighting for me (for sebagai preposition, dengan “me” sebagai object”)
  • This is something worth to fight for (for sebagai adverb)
  • Our house is before the main road (before sebagai preposition, dengan “the main road” sebagai object)
  • I’ve never seen it before, it was so unique (before sebagai adverb)

Preposition Harus Terletak di Depan Object

Pernahkah kamu bertanya asal muasal dari istilah “preposition”? Sebenarnya, kata preposition ini berasal dari dua kata, yaitu “pre” dan “position”.

Oleh Cambridge, preposition diartikan sebagai kata-kata yang terletak di awal kata (pre) yang menjadi keterangan kalimat. Keterangan yang dimaksud bisa berupa noun, noun phrase, atau pun pronoun. Intinya preposition didefinisikan sebagai sesuatu yang selalu mengawali object.

Kalau ada preposition yang terletak di belakang object, itu berarti kata tersebut bukanlah preposition, melainkan adverb.

Contoh:

  • Please put the milk in a refrigerator (in sebagai preposition sebelum object “a refrigerator”)

Please put the milk in (in sebagai adverb)

 

  • She likes to talk to her cats (to sebagai preposition sebelum object “her cats”)

She doesn’t have anyone to talk to (to sebagai adverb)

Pronoun yang Mengikuti Preposition Harus Berlaku Sebagai Object

Seperti yang sudah kita pelajari di materi pronoun, ada banyak jenis pronoun. Mulai dari subject, possessive, sampai object pronoun. Dan pronoun merupakan salah satu jenis kata yang diperbolehkan menjadi object dari preposition.

Akan tetapi tidak sembarang pronoun bisa mengikuti sebuah preposition. Hanya object pronoun saja yang diperbolehkan berada di belakang preposition.

Contoh:

  • This flower bucket belongs to you and she (SALAH)

This flower bucket belongs to you and her (BENAR)

 

  • She was sitting between I and he when she suddenly passed out (SALAH)

She was sitting between me and him when she suddenly passed out (BENAR)

Ada Dua Bentuk Utama Preposition

Di awal tadi, sudah disebutkan sekilas mengenai dua bentuk preposition, yaitu one-word preposition dan complex preposition.

One-word preposition adalah preposition yang hanya terdiri dari satu kata saja, misalnya in, on, at, towards, after, before, behind, etc.

Sementara itu, complex preposition adalah preposition yang terdiri dari lebih dari satu kata, bisa dua atau tiga kata. Contohnya misalnya because of, as well as, apart from, along with, due to, in addition to, etc.

Meski terdiri dari dua kata atau lebih, complex preposition sifatnya tetap sama dengan one-word preposition. Jadi aturan-aturan yang mengekang one-word preposition juga berlaku untuk complex preposition.

Contoh:

  • She doesn’t get along with her classmates
  • We need to discuss that problem apart from what we discuss now
  • They will come late due to the train departure delay

To Sebagai Preposition dan Infinitive Punya Sifat Berbeda

To adalah salah satu anggota preposition yang sering disalahartikan posisinya. Banyak yang masih kebingungan membedakan kapan sebuah “to” berperan sebagai preposition, dan kapan “to” berperan sebagai pasangan infinitive.

Saat menjadi preposition, to bisa diakhiri dengan segala jenis object, mulai dari noun, noun phrase, sampai gerund. Akan tetapi saat menjadi pasangan infinitive, to bagaimana pun juga harus diakhiri dengan infinitive verb.

Contoh:

  • We’re really committed to this project (to sebagai preposition, dengan object “this project”)

We loved to sing together back when we were younger (to sebagai pasangan infinitive “sing”)

Cara termudah membedakan to sebagai preposition dan to sebagai pasangan infinitive adalah dengan melihat kata sebelum dan sesudah “to”.

Misalnya dalam contoh pertama, ada frasa “we’re really committed” yang merupakan gabungan sempurna antara subject + predicate. Kata “to this project” berperan sebagai keterangan dari frasa pertama tersebut.

Sementara itu dalam contoh kedua, frasa “we loved” adalah gabungan antara subject + predicate, tapi tidak sempurna. Kata “to sing” merupakan verb “to+infinitive” yang berperan sebagai predicate penyempurna dari frasa tersebut.

Preposition Tidak Boleh Diikuti Oleh Verb

Berkaitan dengan poin sebelumnya, preposition sampai kapan pun tidak boleh diikuti oleh verb. Misalnya dalam kasus “to” di atas, jika “to” diikuti infinitive, maka “to” tersebut bukan lagi preposition, tapi menjadi to infinitive.

Sesuai definisinya, hanya ada lima jenis kata yang boleh menjadi object dari preposition, yaitu:

  • Noun (segala jenis kata benda)
  • Proper noun (nama-nama umum)
  • Pronoun (kecuali subject pronoun)
  • Noun phrase (gabungan dari beberapa kata yang bertindak sebagai noun)
  • Gerund (verb-ing yang berubah menjadi noun)

Masalahnya hingga saat ini, banyak orang yang masih salah menempatkan preposition di belakang verb. Padahal seharusnya mereka menempatkan gerund (v-ing) bukannya verb. Contoh kesalahan itu misalnya seperti di bawah ini:

Contoh:

  • I’m looking forward to see you soon
  • I’m looking forward to seeing you soon

Dalam bahasa inggris, frasa “look forward to” adalah phrasal verb, sebuah verb yang terbentuk dari verb utama + particle + preposition. Di dalam dua kalimat di atas, kata “look forward to” tidak dapat dipisah-pisahkan lagi sifatnya.

Oleh karena itu, di antara dua contoh di atas, yang BENAR secara grammatical adalah CONTOH KEDUA. Sebab pada contoh pertama, “to” diperlakukan sebagai pasangan dari “see”, padahal “to” tersebut merupakan preposition.

Beda halnya di contoh kedua, “to” tetap diperlakukan sebagai preposition karena diikuti oleh gerund “seeing”.

 

Itulah penjelasan lengkap tentang aturan penggunaan preposition dalam bahasa Inggris, dipahami baik-baik ya, LCers. Kalau kamu butuh materi lain yang lebih mendalam, kamu bisa langsung mengklik ke materi preposition berikut.

Jika ingin belajar lebih mendalam lagi soal bahasa Inggris, langsung datang aja ke Kampung Inggris Pare! Kampung Inggris Pare adalah satu-satunya tempat belajar bahasa Inggris paling melegenda di Indonesia. Jadi saat ke sini, dijamin kamu nggak akan menyesal karena kamu pasti bakal jago bahasa Inggris!