auxiliary verb dalam bahasa inggris

Saat kamu belajar bahasa Inggris, kamu pasti pernah dengar kata-kata seperti will, would, dan semacamnya bukan? Di dalam bahasa Inggris, ada berbagai jenis verb, salah satunya adalah auxiliary verb.

Auxiliary verb diartikan sebagai kata kerja yang harus diikuti oleh kata kerja lainnya. Tanpa diikuti kata kerja lain, auxiliary verb menjadi tidak berarti. Dan lebih dari itu, kalimat yang menggunakan auxiliary verb menjadi tidak bermakna alias meaningless. Lalu apa saja auxiliary verb itu? Bagaimana contoh penggunaannya? Berikut ini penjelasan lengkapnya untukmu.

Will

Will adalah auxiliary verb pertama yang akan dibahas di sini. Kata will memiliki arti yaitu, “akan”. Will biasanya digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang akan dilakukan seseorang di masa depan. Akan tetapi kepastian terjadinya masih belum dapat ditentukan.

Example:

  • She will go to the hospital tomorrow (dia akan pergi ke rumah sakit besok)
  • Doni will buy a glasses if he gets a myopia (Doni akan membeli kacamata jika ia terkena rabun jauh)
  • Dad will return home quickly to celebrate my birthday (Ayah akan pulang cepat untuk merayakan hari ultahku)

Would

Would adalah auxiliary verb yang akan kita pelajari berikutnya. Would memiliki tiga arti, yang pertama yaitu sebagai bentuk V2 dari will. Saat menjadi bentuk past dari will, would memiliki arti sebagai sesuatu yang akan dilakukan di masa lalu.

Sedang dalam arti keduanya, would bisa digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang mungkin akan dilakukan di masa depan. Tapi derajat kepastian would lebih rendah dibandingkan will.

Sementara itu dalam artinya yang ketiga, would bisa digunakan untuk menunjukkan kesopanan saat ngobrol dengan lawan bicara. Biasanya frasa would semacam ini digunakan untuk menghaluskan pernyataan/pertanyaan.

Example:

Sebagai past dari will

  • I would go to school yesterday but it was raining (aku akan pergi ke sekolah kemarin tapi ternyata hujan)
  • Grandma would marry another man if my Grandpa didn’t come that day (Nenek akan menikahi laki-laki lain jika Kakek tidak datang hari itu)
  • Dad and Mom wouldn’t meet if they didn’t go to Bali 25 years ago (Ayah dan Ibu tidak akan bertemu jika mereka tidak ke Bali 25 tahun lalu)

Sebagai sesuatu yang akan dilakukan di masa depan

  • I would try to call you later (Aku mungkin akan menelponmu nanti)
  • She would go to the cinema alone if her boyfriend doesn’t come (Dia mungkin akan pergi ke bioskop sendirian jika pacarnya tidak datang)
  • Don’t be lazy! Mother would be so angry of that! (Jangan marah! Ibu mungkin akan sangat marah karenanya!)

Sebagai bentuk kesopanan

  • Would you like to get some coffee? (Apakah Anda mau kopi?)
  • I would do the different thing if I were you (Aku akan melakukan hal yang berbeda jika jadi kamu)
  • Would you be my wife? (Maukah kamu menjadi istriku?)

Shall

Shall memiliki arti yang mirip dengan will, yaitu “akan/hendak”. Meski demikian, penggunaan shall biasanya hanya untuk kondisi-kondisi formal aja, karena bentuk shall lebih sopan dibandingkan dengan will. Meski demikian, derajat kepastian shall sama dengan will.

Di Amerika, penggunaan shall mulai jarang, berbeda halnya dengan native British yang masih sering menggunakan auxiliary verb satu ini.

Example:

  • Shall we go to the class now? (Bukannya kita harus ke kelas sekarang?)
  • You shall not break the rules (Kamu tidak boleh melanggar aturan-aturannya)
  • He shall take care more to himself (Dia hendaknya lebih peduli dengan dirinya sendiri)

Should

Should memiliki arti yang benar-benar sama dengan will, yaitu “hendak”, akan tetapi should bisa digunakan dalam dua kondisi.

Kondisi yang pertama adalah sebagai bentuk V2 dari shall, dalam kondisi ini should berarti sesuatu yang hendaknya dilakukan seseorang di masa lalu. Sedangkan dalam kondisi kedua, should berarti sesuatu yang harus dilakukan seseorang di masa sekarang, tapi bentuknya lebih ke anjuran.

Example:

Should sebagai bentuk past dari shall

  • She should’ve obeyed her mother (dia seharusnya mematuhi ibunya)
  • My brother should have seen the show if he didn’t sick (Saudaraku seharusnya menonton acara ini jika dia tidak sakit)

Should sebagai auxiliary verb untuk anjuran

  • You should go to the hospital now (Kamu hendaknya ke rumah sakit sekarang)
  • We should learn diligently if we want to be enrolled to Stanford (Kita harus belajar yang rajin jika ingin masuk ke Stanford)
  • He shouldn’t do the awful things like that (Dia seharusnya tidak melakukan hal-hal buruk seperti itu)

Can

Nah, auxiliary verb yang akan kita bahas selanjutnya adalah can. Sebenarnya mudah kok memahami can, karena satu-satunya arti dari kata ini adalah “bisa”. Can biasanya digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu. Tingkat kejadian can jauh lebih tinggi dibandingkan dengan will.

Example:

  • We can’t leave him alone in this park (Kita tidak bisa meninggalkan dia sendirian di taman ini)
  • Can I borrow your pen? (Bisakah aku meminjam pulpenmu?)
  • She can mad at you if she know you’ve broken her book (Dia bisa marah padamu jika dia tahu kamu telah merusak bukunya)

Could

Hubungan can dan could sama seperti hubungan will dan would. Could pada dasarnya memiliki tiga pengertian, yang pertama adalah sebagai bentuk past dari can. Sementara itu pengertian kedua adalah sebagai bentuk yang lebih sopan dari can. Sedangkan pengertian ketiganya adalah sebagai bentuk yang derajat kejadiannya lebih tidak pasti dibandingkan can.

Example:

Could sebagai bentuk lampau dari can

  • I could tell you the truth if you had called me first (Aku bisa memberitahumu yang sebenarnya jika kamu menelponku lebih dulu)
  • She could help us yesterday, but you’ve hurt her and made her leave (Dia bisa membantu kita kemarin, tapi kamu menyakitinya dan membuatnya pergi)

Could sebagai bentuk sopannya “can”

  • Could you close the window, Madam? (Maukah Anda menutup jendelanya, Nyonya?)
  • Could you lend me any cash now? (Maukah kamu meminjamiku uang sekarang?)
  • I could help you if you don’t mind (Aku bisa membantumu jika kamu tidak keberatan)

Could sebagai “can” yang tidak pasti kejadiannya

  • Clara could punch you in the face if she hear you say that (Clara bisa meninjumu di wajah jika dia mendengarmu berkata begitu)
  • Maybe I could do that (Mungkin aku bisa melakukannya)
  • She could help her mother first before get going! (Dia bisa membantu ibunya lebih dulu sebelum pergi!)

May

May adalah auxiliary verb yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang mungkin terjadi. Akan tetapi derajat kepastiannya ada di bawah will dan shall. Dalam bahasa Indonesia, may memiliki arti “mungkin/barangkali”

Selain berarti mungkin/barangkali, may biasa digunakan sebagai ungkapan sopan untuk mengajak atau menawarkan sesuatu pada orang lain. Terakhir, kata may juga sering digunakan saat kita ingin mendoakan orang lain.

Example:

May sebagai “mungkin/barangkali”

  • She may be a woman, but she can beat up 10 men altogether with her Silat skill (Dia mungkin seorang wanita, tapi dia bisa mengalahkan sepuluh laki-laki sekaligus dengan keahlian silatnya)
  • I may go to park this Sunday if I have a girlfriend (Aku mungkin akan ke taman Minggu ini jika punya pacar)

May sebagai “tawaran”

  • May I help you, Anisa? (Bolehkah aku membantumu, Anisa?)
  • May we join the event? (Bolehkah kami bergabung dengan event tersebut?)
  • May I ask your opinion, Barry? (Bolehkah aku minta pendapatmu, Barry?)

May sebagai pembuka doa

  • May you rest in peace (Semoga kamu beristirahat dengan tenang)
  • May you have a great new year (Semoga kamu punya tahun baru yang keren)
  • May God always bless you (Semoga Tuhan selalu melindungimu)

Might

Auxiliary verb satu ini memiliki dua pengertian, yang pertama sebagai bentuk lampau dari may dan yang kedua sebagai penunjukan ketidakpastian.

Biasanya penggunaan might sebagai may dilakukan dalam bentuk kalimat past tense. Sedangkan might menunjukkan ketidakpastian jika itu berkaitan dengan kejadian di masa depan. Selain itu, might juga biasa digunakan sebagai kata ganti dari “sebisa mungkin”.

Example:

Might sebagai bentuk lampau dari may

  • I might go to school earlier if you didn’t come (Aku mungkin akan berangkat ke sekolah lebih awal jika kamu tidak datang)
  • You might still in that terrible home if your parents hadn’t divorced (Kamu mungkin masih berada di rumah yang buruk itu jika orangtuamu belum bercerai)

Might sebagai petunjuk ketidakpastian

  • Today might be the best day of our life (Hari ini barangkali akan jadi hari terbaik dalam hidup kita)
  • She might call you later, don’t worry too much about her (Dia mungkin akan menelponmu nanti, jangan terlalu khawatir tentangnya)

Might sebagai bentuk lain dari “sebisa mungkin”

  • We’ve fought as brave as we might (Kita sudah berjuang seberani yang kita bisa)
  • He tried as best as he might to become the number one in this exam (Dia sudah mencoba sebaik yang ia bisa untuk jadi nomor satu di ujian kali ini)

 

Itulah bahasan dari auxiliary verb will, would, shall, should, can, could, may, might! Diingat baik-baik perbedaan mereka masing-masing ya!

Kalau kamu ingin praktik bahasa Inggris yang lebih baik, kamu bisa langsung datang ke Kampung Inggris Pare dan belajar bersama kami, Language Center Pare! Dijamin kamu akan bertemu dengan para tutor yang muda, enerjik, dan jenius bahasa Inggris.

Selain itu, Kampung Inggris LC juga punya fasilitas yang sangat memadai. Jadi dijamin kamu bakal sangat suka saat belajar bahasa Inggris di sini!