Biaya Tes TOEFL Berdasarkan Jenisnya

3 min read

biaya tes toefl

Pada artikel ini kamu akan mendapatkan informasi tentang jenis tes TOEFL yang ada dan berapa biaya yang harus kamu keluarkan. Jadi pas nih, bagi kamu yang ingin mengikuti tes TOEFL atau hanya sekedar tahu berapa biaya tes TOEFL di Indonesia. Yuk, langsung saja kita bahas bersama-sama.

Apa itu tes TOEFL?

Sederhananya, untuk mengukur kemampuan bahasa inggris diperlukan tes TOEFL. Nah, orang yang dimaksud disini adalah seseorang yang bahasa ibunya bukan lah bahasa inggris. Sertifikat TOEFL sendiri dibutuhkan seseorang untuk mendaftarkan diri ke universitas luar negeri.

Sertifikat TOEFL tidak hanya dibutuhkan sebagai syarat wajib di universitas yang berada di negara dengan bahasa utama bahasa inggris seperti Australia atau Amerika. Bahkan tidak sedikit universitas di negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris mewajibkan sertifikat TOEFL atau sertifikat sejenis seperti TOEIC dan IELTS sebagi syarat penting untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa di universitas tersebut. Terutama untuk program studi lanjutan S2 dan S3.

Tes TOEFL pun tidak bisa kamu ambil kapan pun kamu mau. Tes ini memiliki jadwal sendiri, jadi kamu harus rajin mencari tahu kapan saja jadwal tes akan diadakan. Salah satu poin penting mengetahui jadwal tes adalah kamu dapat mempersiapkan diri lebih matang untuk memperoleh skor yang kamu ingikan, ditambah biaya tes TOEFL yang juga tidak murah.

Besaran biaya tes TOEFL sendiri juga beragam, bergantung dari jenis tes TOEFL yang akan kamu ambil. Untuk mengetahui jenis tes TOEFL dan biayanya secara lebih lengkap, penting untuk kamu simak pembahasan berikut.

biaya tes toefl

TOEFL ITP

ITP adalah kepanjangan dari institutional testing program. Tes TOEFL jenis ini terdiri dari tiga session, reading, listening, dan writing. TOEFL ITP sendiri hampir mirip dengan TOEFL PBT dalam hal format dan sturktur tes.

Biaya tes TOEFL ITP paling rendah diantara tes TOEFL lainya. Di Indonesia sendiri tes jenis ini hanya berkisar antar Rp500.000 – Rp550.000 yang biasanya diadakan di universitas di Indonesia dengan kuota yang terbatas untuk umum. Kabar buruknya adalah sertifikat TOEFL jenis ini tidak bisa kamu jadikan sebagai pelengkap persyaratan administrasi pendaftaran di universitas luar negeri (untuk menjamin kepastian silahkan kamu tanyakan ke institusi terkait).

Lho kok bisa TOEFL ITP tidak bisa dijadikan persyaratan? 

Jawabanya adalah karena jenis TOEFL ini adalah tes atau assesment yang mengukur kemampuan bahasa inggris siswa, termasuk siswa yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa ibunya.

TOFL ITP bisa dibilang tes yang diperuntukan untuk penempatan kelas dan bukan sebagai kelengkapan administrasi pendaftaran pada institusi pendidikan. Jadi tes ini tidak ada gunanya dong? 

Tidak juga, tes ini bisa sebagai tolak ukur kemampuan kamu dalam berbahasa inggris dan bisa kamu gunakan untuk pendaftaran program studi lanjutan di universitas yang berada di Indonesia (silahkan tanyakan institusi terkait untuk persyaratan pastinya).

Keunggulan dari tes jenis ini adalah harganya yang lebih murah. Sedangkan kelemahanya adalah tidak berlaku secara internasiona dan jadwal tesnya pun jarang hanya 1 tahun 2 kali.

biaya tes toefl

TOEFL PBT

PBT adalah singkatan dari paper based test yang artinya tes ini dilakukan dengan menggunakan metode konvesional, layaknya tes-tes pada umumnya melalui medium kertas. Biaya tes TOEFL PBT sendiri berkisar antara $160-$250. Di Indonesia sendiri biayanya tergantung dari penyedia tes TOEFL satu ini, tapi yang pasti kisaran harganya tidak akan melampaui harga yang telah disebutkan.

Sertifikat TOEFL PBT memiliki masa berlaku hingga 2 tahun dan dapat digunakan atau diakui oleh universitas atau instansi pendidikan luar negeri. Struktur tesnya sendiri hampir mirip dengan tes TOEFL ITP, dimana tes ini hanya memiliki tiga sesi pengujian. Reading, structure and written expression, dan listening.

Pada sesi listening kamu akan diberikan soal dalam bentuk audio. Para peserta tes kemudian mendengarkan percakapan atau diskusi native speaker, lalu menjawab soal yang diberikan. Di sesi structure and written experession para peserta uji ditugaskan untuk merangkai dan menyusun kalimat berdasarkan konteks dan grammar yang tepat. Sesi terakhir reading comprehension peserta diberikan teks dan memberikan jawaban pada teks tersebut. Pada sesi reading peserta diharapkan mengerti konteks dari sebuah teks dan menjawabnya dengan tepat.

Meskipun TOEFL PBT dan ITP memiliki format pengujian yang hampir mirip, tapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, TOEFL ITP bisa dikatakan sebagai tes untuk penempatan siswa berdasarkan kemampuan berbahasa inggrisnya dalam satu institusi pendidikan atau bisa juga dibilang hanya berlaku untuk institusi pendidikan dalam negeri saja. Sedangkan PBT memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Persyaratan pengajuan beasiswa dari instansi luar negeri
  • Persyaratan pertukaran pelajar dengan universitas luar negeri
  • Kelengkapan administrasi pendaftaran universitas luar negeri

Skor TOEFL PBT

Skor maksimal PBT adalah 677 dan skor minimum kelulusan 310. Skor kelulusan PBT terbagi menjadi 4 level dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Tingkat Dasar (elementary): 310 s.d. 420
  • Tingkat Menengah Bawah (low intermediate): 420 s.d. 480
  • Tingkat Menengah Atas (high intermediate): 480 s.d. 520
  • Tingkat Mahir (advanced): 525 s.d 677

Umunya universitas dengan program studi lanjutan S1 dan S2 mengharuskan calon mahasiswanya untuk memiliki skor di atas 550. Artinya adalah, bagi kamu yang membutuhkan sertifikat TOEFL untuk mendaftar di universitas luar negeri, kamu harus berada pada advanced level untuk masuk kualifikasi. Semakin tinggi skor TOEFLmu maka akan semakin besar kemungkinan kamu diterima di universitas impianmu.

Keuntungan tes PBT adalah bianya yang lebih murah dibanding IBT, sedangkan kekurangannya adalah beberapa universitas luar negeri mewajibkan TOEFL IBT untuk persyaratan pendaftarannya.

toefl

TOEFL IBT

Jenis TOEFL terakhir adalah IBT, internet based test. Tes TOEFL jenis ini bisa dibilang upgrade tes CBT (computer based test), meskipun tes TOEFL CBT masih dapat ditemukan dibeberapa tempat. Biaya IBT saat ini sebesar $205 dan memiliki 4 sesi pengujian. Listening, writing, Reading dan speaking dengan total waktu uji 3-4 jam.

Setiap sesi memiliki poin maksimum 30 dan total poin yang dapat kamu raih pada tes ini berjumlah 120 poin. Kelemahan dari tes ini adalah harganya yang lebih mahal dari tes TOEFL lainnya dan memiliki waktu uji yang lebih lama karena memiliki 1 sesi tambahan.

Keunggulan TOEFL IBT

  • Jadwal tes yang lebih banyak dari pada jenis tes TOEFL lainnya
  • Banyak practice test gratis di internet untuk mendapatkan skor maksimal
  • Personalisasi strategi pengerjaan dan persiapan menjadi lebih fleksibel
  • Tes standar paling aktual berlaku dalam dan luar negeri

Sertifikat TOEFL IBT memiliki masa berlaku dua tahun, layaknya sertifikat TOEFL PBT.

Nah, setelah kamu mengetahui biaya masing-masing tes TOEFL, kamu hanya tinggal memilih tes apa yang tepat sesuai kebutuhanmu. Misal, kamu membutuhkan TOEFL untuk melanjutkan programm studi lanjutan di universitas dalam negeri. Kamu dapat mengikuti tes ITP yang diselenggarakan di universitas-universitas di Indonesia dengan harga yang lebih murah.

Tapi jika kamu memeiliki rencana untuk mencari beasiswa dan melanjutkan program studimu di luar negeri TOEFL PBT atau IBT bisa menjadi pilihan tepat, meskipun harganya tidak semurah TOEFL ITP.

Baca juga Perbedaan TOEFL dan IELTS

votes
Article Rating
Rekomendasi :  Bagaimana Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris Untuk Pemula
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
×

Panduan Belajar di Kampung Inggris

Rekomendasi :  Tips Sukses Menghadapi Tes IELTS