close

Mengenal Profesi Storyteller, Si Ahli Pembawa Cerita

Dalam menceritakan suatu cerita atau topik, storyteller adalah peran yang cukup sentral. Ia akan membuat sebuah cerita menjadi lebih menarik sehingga didengarkan oleh banyak orang. Tentunya, dibutuhkan keterampilan yang tidak biasa kalau kamu ingin menjadi seorang storyteller.

Apa itu Storyteller?

Jika dilihat dari pembentukan katanya, storyteller sendiri merupakan orang yang melakukan storytelling. Pada dasarnya, storytelling bukan hanya sekadar menyampaikan suatu cerita kepada orang lain, namun juga mempengaruhi emosi orang lain melalui cerita tersebut.

Profesi ini banyak dijalankan dengan beragam keunikan masing-masing pencerita. Yang pasti, setiap pencerita memiliki kemampuan berkomunikasi yang interaktif melalui cerita dan pembangunan karakter hingga emosi dan karakter yang kuat.

Dengan demikian, seorang storyteller diharuskan mampu memanfaatkan berbagai elemen penting untuk mendukung ceritanya. Mulai dari suara, ekspresi wajah, bahkan gerakan tubuh yang akan memperkuat narasi atau topik yang akan disampaikannya.

Bagaimana Cara Jitu Menjadi Storyteller yang Andal?

Menjadi seorang storyteller adalah hal yang sangat menyenangkan. Akan tetapi, diperlukan kiat-kiat khusus yang akan membantumu menjadi pencerita yang andal. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar keterampilan berceritamu semakin berkembang:

1. Melatih kepercayaan diri

Menjadi seorang storyteller tentu saja memerlukan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Mulailah bangun kepercayaan dirimu, terutama saat berbicara di depan umum. Salah satu caranya dengan mulai banyak berbicara dengan orang lain, termasuk dari lingkup terkecil seperti keluarga.

Kamu juga bisa mulai berlatih dengan berbicara di depan cermin. Dari sini, kamu dapat melihat gambaran cara dan gaya bicaramu di hadapan orang lain. Berlatih berbicara di depan cermin juga akan membantumu dalam mengasah tingkat kepercayaan diri.

Rekomendasi :  Talk about Phobia Dalam Bahasa Inggris

Pastikan juga kamu mulai berlatih tersenyum, baik saat berlatih bicara di hadapan cermin atau di depan orang lain.. Senyum merupakan salah satu cara untuk menyebarkan energi positif pada saat kamu mulai bercerita. Dengan cara ini, niscaya tingkat percaya dirimu akan ikut meningkat.

2. Banyak membaca buku dan cerita

Jika kamu ingin menjadi seorang storyteller, maka kamu juga harus mulai rajin membaca, terutama berkaitan dengan topik atau cerita yang akan disampaikan. Membaca sumber-sumber pengetahuan akan membuatmu belajar tentang bagaimana menjadi seorang pencerita yang baik.

Sumber-sumber seperti buku dan cerita motivasi dapat menjadi referensi untuk membantumu menjadi seorang storyteller yang baik. Dari sini, kamu tidak hanya akan mendapatkan teori menjadi seorang storyteller, namun juga gambaran dari pengalaman orang lain terhadap profesi tersebut.

Kamu juga dapat membaca lebih banyak jenis buku dan cerita yang beragam. Tujuannya agar kamu lebih paham dengan berbagai gaya dan teknik bercerita sesuai dengan konteks dan jenis bacaan. Terlebih, setiap buku dan cerita mempunyai karakternya tersendiri.

3. Mengembangkan kreativitas dan imajinasi

Salah satu aktivitas penting seorang storyteller adalah membantu terciptanya imajinasi dalam setiap cerita yang disampaikan. Kamu harus mulai melatihnya dengan mengembangkan diri menjadi lebih kreatif. Meskipun terkesan menantang namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan, bukan?

Mengembangkan imajinasi dan kreativitas bahkan dapat dimulai dari hal yang sederhana. Misalnya dengan merekam ide-ide baru yang bermunculan, menggabungkannya dengan ide atau gagasan lainnya, lalu dikembangkan menjadi ide yang lebih kompleks.

Kamu juga harus mulai menantang dirimu untuk mencoba hal-hal baru yang sebelumnya pernah dicoba. Keluar dari zona nyaman setidaknya akan membuatmu menemukan ide-ide baru yang mungkin belum pernah kamu pikirkan sebelumnya.

Rekomendasi :  Apa itu TOEFL? Berikut Pembahasan Beserta Jenis-Jenisnya

4. Pahami cara bercerita yang tepat

Dalam menyampaikan suatu isi cerita, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar terlihat lebih menarik. Meski demikian, membuat orang lain tertarik dengan ceritamu bukanlah suatu hal yang mudah. Untuk itu, pastikan kamu memahami bagaimana menyampaikan cerita yang tepat.

Salah satunya dengan memulai cerita menggunakan hal-hal yang menarik perhatian pendengar. Misalnya dengan pantun, cerita lucu, dan sebagainya, Pastikan juga kamu mengatur ceritamu dengan inti yang menarik. Meski demikian, alur cerita tetap disampaikan secara teratur, mulai dari pengenalan, konflik, klimaks, sampai dengan solusi dan penyelesaian.

5. Mulai praktik dan dengarkan feedback

Untuk memastikan kamu memahami semua teori mengenai storytelling, maka kamu harus mulai melakukan praktik, baik dalam skala kecil maupun besar. Kamu bisa memulai dari lingkup teman dekat, teman kelas, hingga keluarga.

Setelah itu, sediakan waktu untuk mendengarkan feedback hingga kritik dan saran dari pendengarmu tersebut. Hal ini tentu akan membantumu melakukan perbaikan apabila masih ada hal-hal yang kurang. Kamu juga akan lebih mengenal setiap karakter audiens pendengarmu.

Itulah beberapa hal mengenai storyteller yang perlu kamu ketahui. Tentunya, storyteller adalah profesi yang menyenangkan namun harus dibarengi dengan kemampuan bahasa yang baik. Oleh karena itu, segera daftarkan dirimu di program English Master 4 bulan dari Language Center.

Paket ini cocok buat kamu yang ingin belajar bahasa Inggris dari dasar, termasuk untuk mahir berbicara dengan grammar dan pronunciation yang tepat. Dengan biaya Rp 6,5 juta saja, buruan daftarkan dirimu di ENGLISH MASTER LC Kampung Inggris Pare sekarang!

0